Pentingnya Pola Kerja yang Fleksibel di Masa New Normal

Pentingnya Pola Kerja yang Fleksibel di Masa New Normal

Situsekonomi.com - Sebaran Covid-19 yang menyerang Indonesia sejak seperempat tahun 2020 membuat kondisi negara lumpuh total. Kini, pemerintah telah berupaya untuk menerapkan fase new normal di mana seluruh pekerja di perusahaan milik pemerintah maupun swasta dapat kembali beraktifitas seperti biasanya. Seluruh kegiatan dapat dilakukan kembali oleh masyarakat namun tetap dengan cara menerapkan protokol atau SOP kesehatan untuk memastikan keamanan dari Covid-19.

Apa Itu Pola Kerja yang Fleksibel?

Pemerintah menganjurkan pada setiap perusahaan untuk turut menerapkan pola kerja yang fleksibel mengingat masa pandemi belum kunjung berakhir. Pola kerja fleksibel yang dimaksud adalah mengizinkan para karyawan untuk bekerja di kantor maupun di rumah atau yang selama ini dikenal dengan sebutan WFH (Work from Home). Ada beberapa manfaat dari berlakunya pola kerja yang fleksibel, baik itu bagi perusahaan maupun karyawannya.

Pola kerja fleksibel ini harus dilakukan dengan cara penyesuaian jam kerja terutama bagi karyawan Work from Office. Seperti yang diketahui, bahwa selama masa pandemi berlangsung jam kerja sangat tidak manusiawi.

Ada sebagian perusahaan yang memaksa karyawan untuk bekerja terlepas dari waktu yang seharusnya. Hal ini serupa dengan waktu berlangsungnya proses pembelajaran di sekolah selama pandemi yang bisa saja berlangsung hingga malam hari. 

Oleh karena itu pemerintah memberlakukan dua shift kerja agar karyawan tetap nyaman. Shift pertama berlangsung dari pukul 07.00 hingga 15.00 dan shift kedua berlangsung dari pukul 10.00 hingga 18.00 dengan jumlah jam kerja tetap sama yakni delapan jam. Pemberlakuan kedua shift ini bermaksud agar tidak terjadinya penumpukan ketika menunggu transportasi umum saat jam pulang kerja di mana sangat berisiko terjadinya penyebaran virus.

Memutus Rantai Penularan Virus

Kebijakan untuk menerapkan pola kerja fleksibel tentu memiliki manfaat bagi karyawan secara luas. Hal ini diperkirakan mampu memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Apabila bekerja dari rumah, maka secara tidak langsung aktivitas karyawan di luar ruangan dan di tempat umum lainnya akan berkurang.

Jadi, cara ini dianggap cukup efektif demi kepentingan bersama. Karyawan perusahaan yang bekerja dengan shift di kantor juga dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk menghindar dari kerumunan massa dengan jam kerja yang telah ditentukan tersebut.

Seperti yang diketahui bahwa proses penyebaran virus ini sangat cepat. Bahkan saat ini sudah ada 115 ribu kasus yang terkonfirmasi di Indonesia yang mana 72 ribu pasien dinyatakan sembuh dan sekitar 5 ribu pasien dinyatakan meninggal.

Angka korban dari Covid-19 naik drastis di Indonesia karena kurangnya pemahaman mengenai virus tersebut. Oleh sebab itulah pemerintah membuat kebijakan yang tepat agar perekonomian berlangsung lancar disertai dengan penjagaan kesehatan yang ketat.

Mendorong Produktivitas

Pola kerja yang fleksibel dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Jadi, para karyawan yang bekerja di masa new normal dapat terhindar dari serangan stres akibat banyaknya pemicu kepanikan. Apalagi di masa pandemi yang mana virus tersebut menyerang sistem imun manusia.

Sistem imun akan menurun jika tubuh mengalami kepanikan berlebihan, maka bukan hal yang tidak mungkin akibat stres dan lelah para karyawan dapat terjangkit virus. Pola kerja yang demikian juga dapat membuat karyawan nyaman sehingga suasana hatinya selalu stabil dan bagus. Hal itulah yang membuat tingkat produktivitas akan meningkat.

Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan

Perusahaan memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Para karyawan perusahaan akan memiliki waktu istirahat yang cukup sehingga kemungkinan terjadinya konflik antar rekan kerja juga dapat diminimalisir. Hal ini juga diakibatkan oleh kurangnya intensitas tatap muka dengan karyawan lainnya.

Untuk menerapkan pola kerja fleksibel, perusahaan tentu harus menyiapkan segala keperluan penunjang. Infrastruktur dan teknologi memadai sangat dibutuhkan seperti aplikasi absensi online, pengajuan cuti, pelaporan pajak, perhitungan gaji dan lainnya harus turut dipertimbangkan.

Itulah beberapa penjelasan singkat mengenai pentingnya pola kerja yang fleksibel di masa new normal ini. Semoga pandemi ini cepat berakhir sehingga kehidupan bisa berjalan normal tanpa khawatir terserang virus. Jangan lupa kenakan masker dan cuci tangan sebelum dan setelah keluar dari rumah.

Belum ada Komentar untuk "Pentingnya Pola Kerja yang Fleksibel di Masa New Normal"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel