3 Strategi Membangun Personal Branding

Strategi Membangun Personal Branding

Situsekonomi.com - Dalam sebuah hubungan, konsistensi akan terbentuk dari dapat diandalkannya atau tidak perilaku seseorang. Seiring berjalannya waktu, orang mendapatkan pelajaran bahwa boleh mempercayai Anda apabila mereka merasakan perilaku konsistensi yang dapat dipercayai dari Anda (Raharjo, 2020: 22).

Tanpa mengalami sendiri, boleh jadi mereka memutuskan untuk mempercayai Anda setelah mempelajari catatan prestasi yang Anda peroleh dari orang lain. Tindakan Anda sebelumnya telah mengarahkan mereka untuk mempercayai bahwa Anda dapat diandalkan dan diharapkan untuk memperlihatkan perilaku yang sama. Setiap kali Anda berperilaku sesuai apa yang mereka harapkan, maka Anda akan meningkatkan kekuatan merek diri Anda di dalam pikiran mereka. Dengan demikian, kepercayaan pun akan tumbuh.

Sebaliknya, cara tercepat untuk mengurangi dan menghancurkan kepercayaan seseorang adalah dengan berperilaku tidak konsisten. Tidak peduli seberapa tinggi pencapaian Anda sebelumnya. Perilaku yang tidak konsisten akan berlawanan dengan prospek hubungan jangka panjang.

Menurut McNally & Speak (2004), konsistensi merupakan pertanda dari semua merek diri yang kuat. Hal-hal yang tidak konsisten akan melemahkan merek dan menghentikan kepercayaan. Untuk itu, berikut ini merupakan tiga strategi dalam membangun personal branding yang bisa langsung diaplikasikan di kehidupan Anda:

1. Mulai dengan Bercerita tentang Diri Anda

Ada banyak cara untuk membangun personal branding, namun cara pertama ini adalah cara yang tidak bisa Anda lewati. Tanpa sebuah cerita, tidak akan ada merek. Salah satu contoh merek yang memiliki cerita merek yang bagus adalah Toms Shoes. Narasi dari perusahaan sepatu ini berpusat pada meningkatkan kualitas kehidupan. Dalam rangka menyusun cerita personal branding Anda, ada dua pertanyaan yang harus Anda jawab, yaitu:

  • Siapakah diri Anda?
  • Apa yang ingin Anda capai dan mengapa Anda ingin mencapainya?

Setelah kedua pertanyaan itu terjawab, Anda bisa menciptakan sebuah personal brand yang menarik. Apabila Anda merasa pertanyaan di atas terlalu umum, berikut ini contoh pertanyaan-pertanyaan lain yang bisa Anda tanyakan kepada diri Anda:

  • Siapa Anda?
  • Apa minat/passion Anda?
  • Apa kepribadian terbaik Anda yang ingin Anda tonjolkan?
  • Apa yang paling Anda hargai?
  • Apa yang ingin Anda capai dan mengapa Anda ingin mencapainya?
  • Apa yang ingin Anda perjuangkan?
  • Apa yang ingin Anda capai?
  • Peninggalan apa yang ingin Anda tinggalkan?
  • Kata-kata apa yang ingin Anda dengar ketika nama Anda disebut?

Sukses maupun tidaknya personal branding Anda tergantung pada seberapa jujur Anda menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Setelah Anda memiliki cerita tersebut, coba singkatkan cerita itu menjadi 2-3 kalimat elevator pitch. Pada dasarnya, elevator pitch merupakan sebuah persuasive pitch yang menjelaskan siapa Anda dan juga apa yang Anda lakukan secara singkat (yang merepresentasikan diri Anda).

Selain kata-kata, visual (penglihatan) juga dapat membantu menyampaikan cerita personal branding Anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa brand yang menggunakan visual storytelling dapat membuat calon pelanggan menjadi lebih fokus pada salah satu karakter dari brand tersebut, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan di sosial media, seperti Instagram misalnya.

Untuk personal branding, Anda disarankan untuk mempunyai branding elements yang konsisten. Ini termasuk situs web, logo dan header blog, konten media sosial Anda, business card Anda, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan branding Anda.

Hal ini untuk menjamin bahwa orang-orang akan mengenali merek Anda saat mereka melihat logo media sosial atau situs web Anda. Sebuah penelitian menemukan bahwa 85 persen perusahaan yang mengaplikasikan brand consistency mengalami peningkatan 10-20 persen pertumbuhan pada bisnis tersebut.

2. Bangun Profil Anda

Ada banyak platform yang bisa Anda gunakan untuk membangun profil. Di antara platform paling kuat yang sebaiknya Anda miliki adalah sebuah situs web. Gunakan situs web Anda sebagai tempat utama bagi Anda untuk berbagi informasi atau ide.

Pastikan bahwa nama yang akan Anda gunakan untuk profil Anda belum digunakan oleh orang lain. Namechk dan KnowEm merupakan dua alat yang bisa Anda gunakan untuk meninjau apakah nama yang ingin Anda gunakan sudah dipakai oleh orang lain di berbagai situs media sosial atau belum.

Kemudian, Anda bisa menggunakan media sosial sebagai suplemen bagi situs web. Manfaatkan media sosial sebagai langkah untuk berkomunikasi dan berinteraksi langsung dengan followers (pengikut) Anda.

Kita pasti sudah tahu bahwa ada bermacam-macam situs web media sosial. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih kanal media sosial yang tepat. Pasti Anda akan kesulitan jika memaksakan menggunakan semua media sosial dan membuat konten untuk setiap media sosial tersebut.

Apabila Anda lebih tertarik untuk menggunakan video sebagai salah satu strategi personal branding, maka gunakan YouTube. Jika Anda lebih tertarik untuk menulis konten Anda, mungkin Anda bisa membuat sebuah blog.

Strategi pemasaran daring Anda akan sangat berpengaruh dalam hal ini, sehingga penting untuk menyusun strategi tersebut sebelum Anda mulai. Strategi pemasaran konten juga akan dibahas lebih lanjut di bawah.

Setelah Anda membangun profil, Anda harus mencari di mana audiensi Anda. Blog seperti apa yang mereka baca? Media sosial apa yang sering mereka akses dan gunakan? Dari situ, Anda pun bisa menemukan dan mengerti tentang komunitas Anda. Setelah itu, Anda juga bisa membuat konten yang sesuai dengan apa yang audiensi Anda ingin dan butuhkan.

Setelah menemukan audiensi Anda, langkah selanjutnya adalah membuat mereka tetap menikmati konten Anda. Pastikan bahwa apa yang Anda tawarkan kepada mereka membuat mereka merasa terlibat dan terbantu. Pikirkan konten seperti apa yang paling mereka minati dan buatlah konten tersebut untuk mereka.

Satu hal yang harus diingat adalah situs web dan media sosial Anda akan menjadi tempat pertama di mana orang-orang mengenal Anda. Pastikan bahwa pesan yang ingin Anda sampaikan sudah sesuai dengan audiensi yang Anda targetkan. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan mereka dan situs web Anda tidak hanya menjadi tempat untuk Anda memamerkan keahlian Anda.

3. Atur Strategi Pemasaran Konten

Konten merupakan elemen penting dalam membangun personal branding Anda. Di dunia maya, konten merupakan hal esensial. Konten yang dimaksud tidak terbatas hanya sekadar blog post, tetapi bisa juga dalam bentuk video, podcast, atau bahkan post di akun media sosial Anda. Hal yang perlu digarisbawahi di sini adalah di setiap post Anda harus ada sebuah nilai untuk audiensi Anda.

Untuk membuat konten yang baik, Anda harus memulai dengan objektif. Apa yang ingin Anda sampaikan pada audiensi Anda? Apa yang ingin Anda ambil dari konten Anda? Konten Anda harus bisa menawarkan sesuatu kepada mereka.

Konten yang Anda tawarkan tidak harus selalu memiliki topik yang orisinal. Tidak ada salahnya Anda membuat konten tentang sebuah topik yang sudah sering dibahas, namun menyampaikannya dengan suara dan opini Anda sendiri. Langkah ini bisa membantu Anda untuk mendapatkan audiensi baru.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, selain konten itu sendiri, Anda juga harus memilih kanal distribusi konten tersebut. Apabila Anda ingin membuat video, apakah Anda ingin mengunggah video tersebut ke YouTube atau Dailymotion? Platform blog apa yang lebih cocok untuk Anda; WordPress atau Blogger? Memilih kanal distribusi yang tepat tentu akan mempermudah Anda dalam mengatur serta mengaplikasikan strategi pemasaran konten tersebut.

BACA JUGA:

Penutup

Meilhat semua strategi di atas, dapat dilihat bahwa membangun personal brand memang membutuhkan waktu dan tenaga. Akan tetapi, personal brand dapat sangat membantu Anda untuk mencapai tujuan karier Anda.

Personal brand akan terus menjadi kualitas yang dicari. Hal ini bisa membantu untuk memperkenalkan Anda kepada orang-orang di industri, memperlihatkan keahlian yang Anda miliki, serta menunjukkan apa yang membuat Anda berbeda dari orang lain.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel