Efek Beragun Aset (EBA) Syariah

Situsekonomi.com - Efek beragun aset (EBA) syariah adalah salah satu jenis Efek syariah pendapatan tetap berbentuk sekuritasi aset yang portofolio asetnya merupakan sekuritasi dari aset keuangan yang memenuhi prinsip Islam. Oleh sebab itu, semua karakteristik Efek syariah pendapatan tetap menempel pada EBA syariah (Abdalloh, 2019: 121).

Efek Beragun Aset (EBA) Syariah
Sumber: Kompas.com


Akad yang digunakan antara investor dengan penerbit EBA Syariah adalah wakalah bil ujroh, di mana investor adalah muwakkil dan penerbit EBA syariah berperan sebagai wakil. Akad yang digunakan dalam skema penerbitan EBA syariah disesuaikan dengan jenis aset yang mendasari produk dan para pihak yang terlibat dalam penerbitan. Di pasar modal Islam Indonesia, EBA syariah dibagi menjadi dua jenis yaitu EBA syariah berbentuk kontrak investasi kolektif (KIK-EBAS) dan EBA syariah berbentuk surat partisipasi (EBAS-SP).

EBA Syariah Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (EBAS)

EBAS adalah EBA syariah yang diterbitkan oleh kontrak investasi kolektif antara manajer investasi dengan bank kustodian. Aset yang menjadi dasar (underlying assets) penerbitan EBAS adalah aset keuangan berbentuk piutang, pembiayaan atau aset keuangan lainnya yang memenuhi prinsip Islam.


Apabila dalam pengelolaan portofolio asetnya ternyata terpapar oleh aset keuangan non-syariah, maka manajer investasi harus segera melakukan pembersihan kekayaan EBAS dengan menjual aset tersebut. Keuntungan yang berasal dari hasil penjualan aset keuangan non-syariah tidak dapat diakui sebagai bagian dari EBAS, tetapi dicatatkan sebagai dana sosial. Bank kustodian harus segera melaporkan kepada OJK dan investor tentang penggunaan dana sosial tersebut.

EBA Syariah Berbentuk Surat Partisipasi (EBAS-SP)

EBAS-SP adalah EBA syariah yang diterbitkan oleh lembaga keuangan dengan aset yang mendasari penerbitannya yaitu kumpulan piutang atau pembiayaan sekunder perumahan yang memenuhi prinsip Islam. Dengan demikian, perbedaan utama antara EBAS-SP dengan KIK-EBAS terletak pada pihak penerbit dan aset yang menjadi dasar penerbitan Efek syariah.

EBAS-SP hanya dapat diterbitkan dengan menggunakan portofolio aset keuangan berbentuk kumpulan piutang atau pembiayaan sekunder perumahan, sedangkan EBAS semua jenis aset keuangan selain pembiayaan sekunder perumahan. Tidak semua jenis pembiayaan syariah perumahan dapat digunakan sebagai dasar penerbitan EBAS-SP.


Akad yang digunakan dalam pembiayaan syariah perumahan sangat memengaruhi boleh-tidaknya dijadikan sebagai underlying asset. Misalnya, pembiayaan syariah perumahan yang menggunakan akad murabahah, jual beli putus, tidak dapat digunakan sebagai dasar penerbitan EBAS-SP karena kepemilikan rumah sudah berpindah tangan dari lembaga pembiayaan menjadi milik nasabah. Biasanya, originator dari EBAS-SP adalah perbankan syariah.

Belum ada Komentar untuk "Efek Beragun Aset (EBA) Syariah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel