Fraksi Harga dan Batasan Perubahan Harga Saham

Fraksi Harga dan Batasan Perubahan Harga Saham

Situsekonomi.com - Ada dua hal yang harus diketahui oleh investor saham syariah pada saat akan melakukan order transaksi saham syariah, baik order jual maupun order beli, yaitu fraksi harga dan batasan transaksi saham syariah. Ketidakpahaman akan kedua hal tersebut akan berdampak terhadap order transaksi yang dimasukkan ke dalam SOTS otomatis ditolak oleh sistem (Abdalloh, 2019: 142).

Fraksi Harga

Meskipun transaksi saham syariah menggunakan akad bai' al musawamah, di mana investor jual dan investor beli dapat melakukan tawar-menawar harga, tetapi besaran nilai penawaran harga saham syariah diatur oleh sistem berdasarkan regulasi BEI. Tidak seperti tawar-menawar di pasar tradisional di mana pembeli maupun penjual bebas menentukan harga penawarannya, tawar-menawar harga saham yang terjadi di pasar modal syariah memiliki aturan main khusus.

Besaran setiap perubahan nilai minimal harga saham syariah disebut dengan fraksi harga (tick price atau tick size), baik perubahan ke atas (penawaran harga lebih mahal) atau ke bawah (penawaran harga lebih murah). Fraksi harga diciptakan untuk menjaga agar fluktuasi perubahan harga saham syariah lebih terkendali. Jadi, investor tidak bisa sembarang memasukkan order harga beli maupun order harga jual, harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan BEI.


Agar ketentuan fraksi harga lebih efektif dan mencerminkan pergerakan harga pasar yang mendekati sebenarnya, maka saham syariah yang tercatat di BEI harus dibagi ke dalam beberapa kelompok harga saham syariah. Setiap kelompok harga saham syariah akan mempunyai fraksi harga berbeda.

Pembagian kelompok fraksi harga tidak mensyaratkan apa pun selain harga saham. Dengan demikian, dalam satu kelompok fraksi harga bisa terdapat perusahaan yang berbeda sektor atau beda jenis usaha. Pada saat ini, fraksi harga yang berlaku di BEI adalah sebagai berikut:

Fraksi Harga Saham di BEI
Harga Saham (P) Fraksi Harga Maksimal Perubahan
P < 200 Rp1 Rp10
200 ≤ P < 500 Rp2 Rp20
500 ≤ P < 2.000 Rp5 Rp50
2.000 ≤ P < 5.000 Rp10 Rp100
P ≥ 5.000 Rp25 Rp250
*berlaku per 2 Mei 2016


Tabel tersebut menunjukkan bahwa setiap kelompok harga mempunyai perbedaan fraksi harga maksimal perubahan yang diperbolehkan oleh sistem perdagangan BEI. Misalnya, harga saham ABCD adalah Rp1.000,00, maka ketika investor memasukkan order transaksi ke SOTS, kelipatan harga penawarannya adalah Rp1.005,00, Rp 1.010,00 sampai dengan Rp1.050,00 atau Rp995,00, Rp990,00 sampai dengan Rp950,00 dalam satu kali order transaksi. Saham syariah yang mengalami perubahan harga, baik lebih mahal maupun lebih murah, dan mengakibatkan kelompok harganya berubah, maka fraksi harganya menyesuaikan dengan kelompok harga terbaru dari saham syariah tersebut.

Apabila investor saham syariah melakukan order transaksi tidak mengikuti aturan fraksi harga sesuai tabel di atas, maka SOTS otomatis akan menolaknya. Dengan demikian, order transaksi tidak akan dilanjutkan oleh SOTS ke sistem perdagangan BEI.

Batasan Perubahan Harga Saham

Selain fraksi harga, ada hal lain yang harus diperhatikan investor syariah pada saat melakukan transaksi saham syariah di pasar modal Islam Indonesia, yaitu batasan perubahan harga saham syariah pada satu hari perdagangan atau disebut dengan istilah auto rejection system. Tujuan diberlakukannya auto rejection adalah satu paket penentuan fraksi harga, yaitu selain meminimalisasi fluktuasi harga juga untuk menciptakan harga saham syariah yang lebih mencerminkan pergerakan harga pasar yang sebenarnya.


Meskipun mempunyai tujuan yang sama dengan fraksi harga, tetapi keduanya mempunyai fungsi yang berbeda. Pembatasan harga pada saat order transaksi dilakukan oleh fraksi harga sedangkan pembatasan perubahan harga saham syariah dalam satu hari perdagangan dilakukan oleh auto rejection system.

Fraksi harga berlaku pada saat memasukkan order transaksi di SOTS atau sebelum terjadinya transaksi. Sistem auto rejection berlaku pada saat terjadi transaksi di pasar atau di JATS. Fraksi harga mengatur besaran perubahan harga penawaran saham syariah oleh investor, sedangkan auto rejection mengatur besaran harga saham syariah tertinggi atau terendah di pasar.

Pembatasan perubahan harga saham syariah mengikuti jadwal hari perdagangan BEI dengan menggunakan harga saham syariah di hari sebelumnya sebagai dasar perhitungan. Yang dimaksud dengan jadwal hari perdagangan BEI adalah jadwal buka dan tutup pasar reguler syariah di pasar sekunder yang ditetapkan oleh BEI.

Pembatasan perubahan harga saham syariah menggunakan indikator persentase sehingga apabila harga saham syariah berubah, maka nilai pembatasannya pun akan mengalami perubahan sesuai dengan harga baru tersebut. Saat ini, pembatasan perubahan harga saham syariah yang berlaku di BEI adalah sebagai berikut:

Pembatasan Perubahan Harga Saham di BEI
Harga Saham (P) Batas Atas Batas Bawah
50 ≤ P < 200 35% 35%
200 ≤ P ≤ 5.000 25% 25%
P > 5.000 20% 20%
*berlaku per 3 Januari 2017

Apabila perubahan harga saham syariah dalam satu hari perdagangan menyentuh angka batas atas atau batas bawah seperti tabel di atas, maka sistem perdagangan BEI akan otomatis menolak harga tersebut. Dengan demikian, maksimal harga tertinggi saham syariah dalam satu hari perdagangan adalah sebesar nilai batas atasnya sedangkan maksimal harga terendah saham syariah dalam satu hari perdagangan adalah sebesar nilai batas bawahnya.

Fraksi Harga vs Auto Rejection System
Fraksi Harga Auto Rejection System
Fungsi Pembatasan harga saham pada saat order transaksi Pembatasan harga pasar saham dalam satu hari perdagangan
Berlaku pada saat Memasukkan order transaksi atau sebelum waktu perdagangan Transaksi di pasar reguler BEI atau pada waktu perdagangan
Objek regulasi Besaran perubahan harga Besaran harga pasar
Tempat kejadian SOTS JATS

Belum ada Komentar untuk "Fraksi Harga dan Batasan Perubahan Harga Saham"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel