Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ciri-ciri Agen Properti yang Kurang Kompeten dan Tidak Serius

Ciri-ciri Agen Properti yang Kurang Kompeten dan Tidak Serius

Mencintai pekerjaan itu sangat penting, terutama bagi orang-orang yang berminat untuk belajar dan berkembang lewat pekerjaannya. Mengapa seseorang tidak bisa menjadi orang yang kompeten di bidang pekerjaannya? Sebab utamanya adalah karena orang tersebut tidak mencintai pekerjaannya meskipun mulutnya mengatakan hal yang sebaliknya.

Intinya adalah berusahalah untuk mencintai apa pun jenis pekerjaan, sehingga Anda benar-benar paham dan menjadi orang yang kompeten dalam bidang pekerjaan tersebut. Demikian pula ketika Anda menjadi seorang agen properti, cintailah pekerjaan tersebut.

Dalam bisnis properti, terdapat beberapa tipe agen yang mana di antaranya ada yang tidak kompeten dan tidak serius bekerja. Menurut Kusuma (2017), agen properti yang seperti itu dapat dikenali dari beberapa ciri, yaitu:

1. Membiarkan Relasi Berantakan

Hilangnya relasi satu persatu adalah tanda bagi seorang agen yang kurang serius, sehingga menyebabkan dirinya tidak berkompeten. Menyadari relasi-relasi yang terbangun sebelumnya berantakan tidak jelas, ia bukan membangunnya kembali, tetapi justru membiarkannya begitu saja. Padahal, relasi itu penting.


2. Keahlian Menjadi Kacau

Ketika tingkat kompetensi Anda menurun, maka dapat dipastikan mempengaruhi keahlian, misalnya dalam melontarkan pertanyaan, melakukan presentasi, dan bernegosiasi. Celakanya, Anda semakin didera oleh perasaan malas, sehingga merasa enggan mempelajari hal-hal yang penting dalam bertransaksi. Bahkan, barangkali Anda menjadi orang yang anti terhadap hal-hal yang dapat meningkatkan keahlian Anda.

3. Adanya Sikap yang Tidak Jelas

Ketika sedang menemukan suatu titik kejenuhan dalam pekerjaan, agen yang tidak berkompeten tidak berusaha mencari solusinya. Justru, ia terkesan membiarkan semua hal yang negatif memengaruhi pikiran, perasaan, perkataan, dan tindakannya, sehingga ia cenderung labil dan tidak terkontrol. Berbagai sumber pengetahuan dan inspirasi yang erat kaitannya dengan pekerjaan tidak lagi menjadi hal berarti dan malah disepelekan.


4. Tujuan Menjadi Kabur

Seorang agen properti yang tidak kompeten akan mengalami kekaburan terkait tujuan utamanya sebagai seorang agen properti. Ia bahkan cenderung mulai melakukan kelalaian terkait hal-hal yang amat penting.

Ia memulai hari tanpa jadwal kerja yang jelas. Sebenarnya, ia juga membuat jadwal, tetapi tidak mengikuti jadwal tersebut. Tidak ada upaya untuk mengevaluasi bagaimana prospek kerjanya, baik harian, mingguan, maupun bulanan.

Ia mulai tidak disiplin dan membatalkan janji semaunya, bahkan sering memaksakan kehendak dan pendapatnya sendiri, serta cenderung asal dan tidak mempersiapkan presentasi secara baik dan benar. Semua itu tentu akan merugikan dirinya sendiri dan relasinya.


Penutup

Keempat ciri tersebut perlu diketahui agar saat Anda menemukan gejala-gejalanya dalam diri, sesegera mungkin carikan solusinya. Sehubungan dengan apa yang telah dijelaskan di atas, maka lakukan beberapa hal berikut ini untuk mengatasinya:
  1. Meningkatkan intensitas hubungan, baik dengan target atau mitra melalui telepon atau face to face (bertatap muka langsung).
  2. Meningkatkan metode yang baik dalam menjalin atau bermitra agar hubungan yang telah terjalin tidak mudah putus.
  3. Meningkatkan kualitas, prospek, dan kemampuan diri.
  4. Meningkatkan segala hal yang berkaitan dengan bisnis dan agen properti untuk memperkaya pengetahuan serta kemampuan diri.