Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memulai Bisnis dengan Modal Kecil sebagai Agen atau Broker Properti

Memulai Bisnis dengan Modal Kecil sebagai Agen atau Broker Properti

Inilah salah satu langkah yang bisa Anda tempuh untuk memulai bisnis dengan modal kecil, yakni menjadi agen atau broker properti. Perlu dipahami bahwa agen pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan profesi seorang broker, makelar, atau blantik yang tugasnya menjadi penyambung antara penjual dan pembeli. Menurut Kusuma (2017), seorang agen adalah sosok pembantu yang dapat melancarkan urusan antara dua orang (penjual dan pembeli).

Pertanyaannya, apa mungkin bisa sedangkan Anda bukan lulusan sarjana atau hanya lulusan sekolah dasar? Semua orang bisa menjadi agen properti, baik dari kalangan mahasiswa, lulusan SMA, SMP, maupun masyarakat umum sekalipun.

Namun, hal penting yang harus diperhatikan jika ingin menjadi agen properti yaitu memahami terlebih dahulu cara sekaligus ilmu yang berkaitan dengan masalah keagenan bisnis properti. Jangan sampai Anda kebingungan sendiri ketika sudah yakin dan terlanjur menjadi agen properti.

Adanya agen sangat membantu produsen (dalam hal ini penjual) karena kebanyakan produsen biasanya sibuk, sehingga sangat sempit waktunya untuk mengurusi hal-hal yang bersifat promosi. Maka dari itu, keberadaan agen di sini akan meringankan beban atau tugas produsen, terutama dalam hal pemasaran produk atau properti miliknya.


Keberadaan agen bertindak sebagai pedagang perantara yang mempertemukan antara pembeli dan penjual untuk melakukan negosiasi atau transaksi. Jika hal tersebut berhasil, maka agen yang bersangkutan akan mendapatkan komisi dalam jumlah nominal tertentu (relatif besar).

Terdapat catatan penting yang harus diperhatikan oleh para agen dalam melancarkan aksinya, yaitu keberadaan dirinya bertujuan untuk kepentingan penjual dan pembeli, bukan untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu, penting untuk menghindari unsur-unsur penipuan atau unsur-unsur yang merugikan pembeli atau penjual. Sebab, dampaknya akan sangat fatal bagi agen itu sendiri.

Dalam menjalani profesi ini, Anda akan mengalami banyak ujian. Dari situ akan terlihat, apakah Anda benar-benar memiliki kemauan keras untuk menyeriusinya hingga berhasil dan sukses menjadi agen atau hanya bermain-main? Memang harus diuji, terlebih Anda menyadari tidak memiliki modal (materi), sehingga menguatkan keinginan adalah hal yang mutlak dilakukan.

Untuk persoalan komisi, itu didasarkan pada kesepakatan-kesepakatan yang mungkin sudah diatur sebelumnya dengan pemilik properti, dan syukur-syukur komisi yang didapatkan jumlahnya jauh lebih besar dari perjanjian awal yang telah disepakati tersebut. Mengenai pemberian komisi yang melebihi perjanjian awal, maka itu merupakan sisi lain dan kewenangan mutlak pribadi pemilik properti.


Jika Anda menjadi agen properti dan berhasil, di sini Anda sudah pasti mendapatkan keuntungan, meski Anda tidak mengeluarkan modal sedikit pun, dan paling banter modal yang Anda gunakan adalah "keinginan" yang kuat dalam diri Anda. Maka, bisa dibilang bahwa menjadi agen itu adalah pekerjaan yang "manis". Lebih manis lagi bila Anda mendapatkan keuntungan double, yaitu dari penjual sekaligus pembeli, sehingga bertambah lagi keuntungan yang masuk ke kantong Anda.

Profesi seorang agen sebenarnya adalah menjual jasa yaitu berupa informasi, baik bagi si pembeli maupun penjual. Intinya, seorang agen itu menjual milik orang lain. Namun, kinerja agen yang bagus dan mampu memuaskan orang-orang yang diperantarainya tentu akan menjadi nilai lebih sekaligus positif untuk prospek ke depannya. Semakin sering berhasil dalam mempertemukan penjual dan pembeli hingga terjadi kesepakatan harga, tentu akan sangat baik pula bagi kredibilitas sang agen.

Maka, siapa yang tidak tertarik, tanpa modal tetapi mendapatkan keuntungan? Tentu semua orang pasti menginginkannya, namun tidak semua orang bisa memperolehnya tanpa dukungan oleh adanya keinginan dan kemauan yang keras dalam dirinya.


Menjadi agen properti memang tidak semudah seperti yang banyak dibicarakan orang. Seorang agen pasti akan bertemu dengan beberapa hal yang lumrah terjadi dalam masalah keagenan, seperti serangkaian negosiasi yang sulit, ratusan properti yang harus ditinjau, bahkan pindah dari satu transaksi ke transaksi yang lainnya. Tetapi, keuletan dan ketekunan akan mengubah kesulitan apa pun menjadi tantangan yang menarik untuk dilawan, sehingga berubah menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menguntungkan.

Langkah Awal Menjadi Agen atau Broker Properti

Bersiaplah menjadi orang kaya melalui profesi yang (mungkin) bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi atau mungkin merupakan hal baru. Menjadi agen properti tidak bisa dilakukan secara asal-asalan atau tanpa dasar serta tujuan yang baik dan jelas.

Tapi ingat, menjadi agen properti tidak melulu membicarakan atau menghitung seberapa besar keuntungan atau komisi yang akan didapatkan. Namun, lebih dari itu, ada beberapa kunci pokok yang harus dipupuk, seperti kerja keras, mimpi yang besar, dan semangat untuk terus mencoba. Anda bisa terjun dalam bisnis properti sebagai agen melalui beberapa cara, di antaranya seperti yang akan dijelaskan pada uraian berikut:


1. Bergerak Sendiri

Anda bisa bergerak sendiri tanpa dikawal oleh tim atau agen resmi yang dapat menaungi Anda. Namun, risikonya (terutama bagi pemula) adalah mengalami kebingungan. Mungkin lebih pas jika seseorang bergerak sendiri menjadi seorang agen dengan sebutan makelar.

Penting untuk diketahui bahwa bisnis properti dalam teknisnya tidak sama dengan menjual kacang yang tinggal bungkus lalu dijual. Dalam bisnis properti terdapat proses transaksi yang bagi seorang pemula mungkin bisa menyulitkan.

Namun, hal tersebut dapat diantisipasi dengan cara banyak membaca dan belajar tentang seluk-beluk dunia bisnis properti dan masalah keagenan bisnis properti. Intinya, Anda harus paham dulu ilmu dan teknisnya di lapangan.

Jika Anda terbukti berhasil, tentu keuntungannya lebih besar dibandingkan melalui bentuk kerja sama dan tim. Terlepas dari itu semua yang pasti Anda benar-benar dituntut harus bekerja sendiri karena memang tidak ada tim yang terbentuk. Anda hanya akan dipandu oleh keberanian dan pengetahuan-pengetahuan yang Anda miliki dengan kapasitas seorang pemula.


Oleh karena itu, wajar saja jika dalam melakukan listing lokasi-lokasi dan mencari informasi tentang rumah, bangunan, atau tanah yang akan dijual, Anda mengerjakannya sendiri. Semuanya dikerjakan sendirian karena dasarnya memang perorangan.

Tetapi, Anda harus berani bertanggung jawab dan memberikan pelayanan serta kepercayaan yang tinggi kepada calon pembeli. Anda juga harus memastikan bahwa properti yang Anda tawarkan itu tidak bermasalah atau sedang dalam sengketa.

Anda harus bisa benar-benar memastikannya. Sebab, jika di kemudian hari terdapat klaim dari seseorang, tentu Anda harus ikut bertanggung jawab selaku orang (agen) yang pertama kali memberikan informasi atau mempertemukan pemilik dengan pembeli. Artinya, meskipun Anda bergerak sendiri, tunjukkan bahwa Anda memiliki kapabilitas dan sangat teliti dalam bisnis ini, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Membentuk Tim Kecil

Meskipun Anda bergerak sendiri, sebagai pemula sebaiknya Anda membentuk tim kecil untuk menjalin kerja sama sehingga lebih memungkinkan bekerja secara solid guna mendapatkan terget. Dengan membentuk tim kecil, barangkali akan memudahkan masing-masing orang yang bergabung di dalamnya untuk berbagi tugas.

Selain itu, pengelolaannya akan lebih mudah karena berdasarkan kerja sama, namun tetap menerapkan sistem bagi hasil. Sebuah tim kecil akan terbentuk dengan solid bilamana masing-masing orang yang terlibat di dalamnya mampu membangun relasi positif, sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang sama rata.

3. Bergabung dengan Agen Resmi

Anda juga bisa bergabung dengan agen properti yang sudah ada. Dalam hal ini, Anda harus bisa meyakinkan agen resmi tersebut bahwa Anda tidak akan mengecewakannya. Bila Anda sudah resmi dinyatakan bergabung, tentu Anda bisa bergerak dan menjalin sebuah kontrak, tinggal bagaimana Anda bekerja dengan getol agar komisi yang Anda dapatkan mengalir deras ke kantong Anda. Dari agen tersebut, Anda bisa belajar mengenai teknik-teknik negosiasi, jaringan, bahkan keahlian dalam melakukan pembalikan transaksi (Wijaya, 2009).

Menariknya, kalau bergabung dengan agen resmi, biasanya Anda akan diikutsertakan dalam pelatihan seputar dunia keagenan selama tiga bulan. Pelatihan tersebut menjadi bekal bagi Anda agar lebih mantap ketika sudah terjun di lapangan. Namun, perhatikan juga bahwa dalam memilih agen resmi Anda harus mengutamakan agen yang sudah tergabung dalam AREBI (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) karena AREBI merupakan induk organisasi broker properti Indonesia.