Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertukaran dan Keseimbangan Konsumsi Antarindividu

Untuk memahami latar belakang dan sebab-sebab pertukaran konsumsi antarindividu dan keseimbangan konsumsi, berikut akan diberikan asumsi yang cukup relevan untuk mendukung analisis. Asumsi tersebut adalah ada dua individu yang mengonsumsi dua macam komoditas yang total penawarannya tetap (Karim, 2018: 266).

Diagram Pembentukan Edgeworth Box

Pada gambar di atas, panel (a) dan (b) adalah ruang konsumsi untuk masing-masing individu. Titik origin atau titik awal konsumsi untuk individu A kita sebut OA dan untuk individu B kita sebut saja dengan OB.

Untuk mempermudah pembahasan tentang keseimbangan konsumsi antarindividu ini, maka kita gabungkan kedua ruang konsumsi tersebut dalam dua kesatuan. Cara yang termudah adalah memutar ruang konsumsi individu 2 hingga 180o, maka kita akan mendapatkan sebuah kotak yang berisikan ruang konsumsi untuk kedua individu.

Dengan tidak mengubah letak titik origin, maka kita melihat bahwa titik origin individu 2 terletak di sebelah pojok kanan atas. Bila tingkat konsumsi semakin jauh dari titik origin (baik OA maupun OB) maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsumsi.

Kita asumsikan ada dua komoditi yang dikonsumsi oleh individu A dan B, yaitu beras dan gandum. Jumlah konsumsi untuk beras diilustrasikan dengan garis horizontal (X) dan gandum dengan garis vertikal (Y). A dan B adalah sama dengan total penawaran beras (X), demikian pula untuk konsumsi gandum (Y).

Dalam literatur kontemporer, kotak dari ruang konsumsi untuk menganalisis pertukaran dua komoditi dari kedua individu tersebut dikenal dengan edgeworth box. Individu A maupun individu B akan mengombinasikan kedua komoditas tersebut sesuai dengan preferensi dan endowment yang dimiliki.

Kita tuliskan saja konsumsi untuk individu A adalah CA = (CAX, CAY), di mana CAX  merepresentasikan konsumsi untuk beras (X) dan CAY untuk konsumsi gandum (Y). Kemudian untuk individu B, poin keseimbangan konsumsinya kita tuliskan CB = (CBX, CBY).

Keadaan di mana CA dan CB adalah tingkat konsumsi yang fair, maka hal inilah yang dimaksudkan dengan alokasi. Alokasi untuk konsumsi komoditas X dan Y dibatasi oleh total penawaran dari komoditas X dan Y:
CAX + CBX = ω...AX + ω...BX
CAY + CBY = ...ωAY + ...ωBY

Coba dilihat kembali gambar di atas, bagaimana sebuah box yang sering disebut dengan edgeworth box dibentuk. Pada panel (a) dan (b) diperlihatkan bahwa seorang konsumen akan berusaha meningkatkan tingkat kepuasan konsumsinya dengan cara memilih tingkat konsumsi pada garis indifference curve yang paling jauh dari titik originnya.

Dengan melakukan analisis terhadap dua orang dan mengasumsikan bahwa total komoditi yang tersedia akan dibagi di antara kedua konsumen tersebut maka dibuatlah sebuah kotak untuk memperlihatkan ruang konsumsi masing-masing konsumen. Yang disebut dengan kondisi ekuilibrium telah tercapai apabila tingkat konsumsi untuk masing-masing konsumen telah optimal. Pada kondisi ini, bila salah satu konsumen meningkatkan konsumsinya maka secara otomatis akan mengurangi konsumsi pihak kedua.

Gambar di atas adalah box ruang konsumsi kedua konsumen yang telah dilengkapi dengan kurva indifference. Perhatikan bahwa IC untuk individu A diberi tanda ICA, sedangkan untuk individu B diberi tanda ICB.

Walau ICA berwujud cekung dan ICB berwujud cembung, namun kedua kurva tersebut mempunyai fungsi yang sama, yaitu untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen. Untuk meningkatkan kepuasannya, individu A akan berusaha mengonsumsi pada kurva IC yang paling jauh dari titik origin A.

Misalkan, ICA2 lebih tinggi dari ICA1 begitu juga bagi konsumen B pada kurva ICB2 memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi daripada ICB1. Tingkat keseimbangan untuk konsumen A dan B terjadi bila kurva ICA berpotongan atau bersinggungan dengan ICB.

Namun, tingkatan keseimbangan tersebut belum tentu memenuhi syarat dari pareto optimal. Misalkan, titik E' adalah tingkat keseimbangan kedua konsumen, namun titik E' belum menunjukkan tingkat yang paling optimal bagi kedua konsumen.

Titik E' dihasilkan dari perpotongan antara kurva ICA2 untuk preferensi individu A dan kurva ICB1. Bagi konsumen A, titik E' sudah optimal, namun bagi konsumen B titik E' belum optimal karena baru berada pada tingkat kepuasan ICB1.

Karena tanpa mengurangi tingkat kepuasan konsumen A, konsumen B masih dapat meningkatkan tingkat kepuasannya menjadi ICB2. Pada kurva kepuasan inilah antara konsumen B dan A akan memperoleh tingkat yang paling optimal, yaitu titik E. Nah, di titik E inilah tingkat pareto optimal tercapai.