5 Faktor yang Mempengaruhi Lokasi Proyek

Aspek Teknis Produksi

Faktor lokasi adalah faktor yang ikut secara langsung mempengaruhi kontinuitas dari kegiatan usaha karena lokasi proyek erat hubungannya dengan masalah pemasaran hasil produksi dan masalah biaya pengangkutan, di samping masalah persediaan bahan baku. Dalam penyusunan studi kelayakan bisnis dari sebuah gagasan usaha/proyek, faktor lokasi harus diperhitungkan dan dipertimbangkan secara tepat dan benar baik dilihat dari segi ekonomisnya maupun dari segi teknis, serta kemungkinan pengembangan usaha di masa yang akan datang. Secara umum, faktor-faktor yang ikut mempengaruhi lokasi proyek, antara lain daerah pemasaran, bahan baku, penyediaan tenaga kerja, fasilitas pengangkutan, dan tersedianya pembangkit tenaga listrik (Ibrahim, 2009: 119).

1. Daerah Pemasaran

Kebijakan dalam menentukan lokasi usaha/proyek, apakah dekat dengan pasar hasil produksi atau dekat dengan bahan baku harus dipertimbangkan secara teknis dan ekonomis sehingga kelangsungan dari usaha dapat terjamin. Lokasi usaha yang dekat dengan pasar biasanya mempunyai beberapa keunggulan, antara lain pelayanan terhadap konsumen dapat dilakukan dengan lebih cepat, ongkos angkut dari produk yang dihasilkan relatif lebih murah, dan volume penjualan dapat ditingkatkan. Ditinjau dari segi biaya pengangkutan, apabila biaya pengangkutan barang jadi lebih besar dari biaya pengangkutan bahan mentah dalam ukuran yang sama, selayaknya lokasi usaha/proyek yang dekat dengan pasar lebih menguntungkan daripada dekat dengan bahan baku, seperti pabrik minuman, pabrik yang hasil produksinya lebih cepat rusak/pecah, dan lain sebagainya.

2. Bahan Baku

Pendirian usaha/proyek yang dekat dengan bahan baku juga mempunyai beberapa keunggulan, antara lain supply bahan mentah dapat menjamin kontinuitas kegiatan usaha, ongkos angkut bahan lebih murah, dan perluasan usaha lebih mudah untuk dilakukan. Dilihat dari ongkos angkut bahan mentah, apabila jumlah bahan mentah yang diangkut jauh lebih besar daripada bahan jadi sebagai akibat proses produksi, lokasi usaha/proyek yang dekat dengan bahan baku lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Contoh:

Apabila lokasi pabrik kertas yang berorientasi pada pasar, keadaan ini bisa menyulitkan usaha/proyek tersebut dilihat dari biaya transportasi maupun kelancaran supply bahan baku. Jumlah bahan baku yang diangkut jauh lebih besar daripada jumlah barang jadi, keadaan ini telah menyebabkan ongkos angkut bahan mentah lebih besar dari barang jadi. Dalam waktu lama, kesalahan dalam memilih lokasi akan mempengaruhi aktivitas perusahaan, baik sebagai akibat sulitnya pengadaan transportasi (ongkos angkut bahan mentah yang lebih besar) maupun jauhnya lokasi proyek/pabrik dengan bahan baku yang tidak menjamin kelancaran supply bahan baku karena pengaruh pengangkutan dan variabel-variabel lainnya.

Berdasarkan pada contoh di atas, dekat tidaknya lokasi usaha dengan pasar atau bahan baku tergantung pada biaya pengangkutan dari bahan mentah dan bahan jadi. Semakin kecil peranan ongkos angkut, semakin tidak berpengaruh faktor pasar dan bahan baku dalam menentukan lokasi usaha/proyek yang direncanakan.

3. Tenaga Kerja

Dalam menentukan lokasi usaha/proyek, supply tenaga kerja juga perlu mendapat perhatian, baik dilihat dari jumlah tenaga kerja maupun kualitas yang diperlukan. Apabila usaha/proyek yang didirikan membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang relatif besar (padat karya) sebaiknya lokasi usaha yang didirikan dekat dengan pemukiman penduduk. Demikian pula dengan usaha-usaha yang memanfaatkan keahlian penduduk setempat, seperti kerajinan kayu, kerajinan ukir, kerajinan logam, dan lain sebagainya.

Supply tenaga kerja yang cukup bagi usaha padat karya pada umumnya merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian, walaupun kualitas dan komposisi tenaga kerja yang tersedia juga amat diperlukan. Untuk gagasan usaha/proyek yang direncanakan memerlukan pekerja yang mempunyai keahlian (skill) sebaiknya lokasi usaha/proyek tersebut didirikan dekat dengan tenaga kerja yang mempunyai skill karena ada kalanya untuk memindahkan tenaga kerja skill amat sulit untuk dilakukan. Berdasarkan pada uraian ini, dalam menyusun studi kelayakan bisnis, faktor supply tenaga kerja perlu mendapat perhatian terutama menyangkut dengan penyediaan tenaga kerja baik tenaga kerja ahli, setengah ahli, maupun tenaga kerja yang tidak mempunyai keahlian.

4. Fasilitas Pengangkutan

Fasilitas pengangkutan yang tersedia dalam pemilihan lokasi perlu menjadi perhatian karena masalah pengangkutan merupakan masalah dalam pengangkutan bahan mentah, barang jadi, maupun tenaga kerja. Jenis alat angkut yang sering digunakan dalam kegiatan ini, antara lain kereta api, truk, angkutan air, dan pengangkutan melalui udara. Apabila barang yang diangkut dalam jumlah yang relatif besar, sedapat mungkin lokasi usaha/proyek yang didirikan dekat dengan jalur kereta api karena biaya angkut dengan kereta api relatif lebih murah.

Pendirian usaha/proyek yang tidak mempunyai fasilitas angkutan, terpaksa membangun jalan-jalan baru yang memerlukan investasi yang cukup besar dan kesemuanya ini merupakan beban dari proyek/kegiatan usaha yang direncanakan. Besarnya biaya transportasi yang dikeluarkan akan berpengaruh terhadap harga pokok produksi dan keadaan ini bisa menyebabkan gagasan usaha/proyek yang direncanakan tidak feasible untuk dikerjakan.

5. Fasilitas Tenaga Listrik dan Air

Secara teknis, apabila usaha/proyek yang direncanakan memerlukan fasilitas listrik dalam kegiatan produksi, tentu dalam penyusunan studi kelayakan dalam perhitungan lokasi proyek (pabrik) perlu mendapat perhatian, terutama ada tidaknya tenaga listrik yang tersedia. Tenaga listrik yang telah ada seperti PLN biayanya lebih murah dibanding dengan membangun tenaga listrik tersendiri.

Kalau di lokasi proyek (pabrik) tidak tersedia fasilitas listrik, usahakan lokasi proyek yang didirikan dekat dengan pambangkit tenaga listrik seperti adanya air terjun yang memungkinkan pembangunan tenaga listrik di tempat tersebut. Demikian pula dengan air, apabila usaha/proyek yang didirikan dalam proses produksi memerlukan air, baik sebagai tenaga penggerak maupun dalam proses produksi maka lokasi proyek/pabrik harus dekat dengan air.

Berdasarkan pada uraian ini, peranan lokasi dalam menentukan tempat pendirian kegiatan proyek/pabrik yang akan didirikan tidak dapat diabaikan, tapi harus diperhitungkan secara objektif dengan menggunakan penilaian dan perhitungan yang cermat dan teliti sehingga keadaan ini dapat menjamin kontinuitas dari kegiatan usaha yang akan didirikan. Menurut Drs. Sofjan Assauri dalam bukunya "Manajemen Produksi", metode penilaian plant site dapat dilakukan melalui metode penilaian hasil values, cost comparison, dan economic analysis.

a. Metode Penilaian Hasil Values

Menggunakan metode ini, semua lokasi yang memungkinkan dinilai dengan memberikan skor dari masing-masing faktor dan lokasi dengan total nilai tertinggi merupakan lokasi yang terbaik. Faktor-faktor yang perlu dinilai antara lain daerah pemasaran, pengangkutan, bahan baku, tenaga kerja, tenaga listrik, dan iklim. Sebagai contoh, dalam Tabel 1.1 berikut disajikan cara pemilihan sebuah lokasi pabrik dari tiga lokasi yang mungkin untuk dipilih.

Tabel 1.1
Pemilihan Lokasi Usaha dari Tiga Lokasi yang Memungkinkan

No. Kebutuhan Pabrik Nilai
Lokasi
Ideal
Lokasi
A
Lokasi
B
Lokasi
C
1. Pasar 20 19 20 18
2. Pengangkutan 25 24 20 23
3. Bahan Baku 25 23 21 22
4. Tenaga Kerja 10 7 9 8
5. Iklim 5 4 3 5
6. Fasilitas Listrik 15 12 15 10
Jumlah 100 89 88 86

Seperti terlihat dalam tabel tersebut, lokasi yang ideal untuk pembangunan proyek tersebut adalah lokasi A karena lokasi A secara keseluruhan mempunyai total skor tertinggi.

b. Cost Comparison Method

Pemilihan lokasi dengan menggunakan cost comparison method (metode perbandingan biaya) dimaksudkan untuk memilih biaya terendah dari beberapa lokasi yang memungkinkan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan biaya terendah antara lain biaya bahan baku, biaya bahan bakar, serta biaya proses produksi seperti biaya tenaga kerja dan biaya laboratorium bila diperlukan. Selain dari biaya-biaya di atas perlu juga diperhitungkan biaya lainnya seperti biaya administrasi, asuransi, pajak, bunga bank, biaya pengepakan, biaya penjualan, dan biaya pengangkutan.

Cara penilaian ini dapat dilakukan terhadap sejumlah produk atau jumlah produksi per bulan dalam jumlah yang sama pada setiap lokasi yang memungkinkan. Alternatif yang diambil adalah lokasi yang mempunyai total biaya yang terendah dari beberapa lokasi yang dipertimbangkan.

c. Economic Analysis Method

Penilaian lokasi yang didasarkan pada economic analysis method pada prinsipnya sama dengan metode sebelumnya. Dalam metode ini juga perlu dipertimbangkan antara lain biaya tenaga kerja, biaya pengangkutan, pajak, listrik, dan ditambah beberapa faktor kualitatif seperti adat istiadat di mana lokasi usaha/proyek itu didirikan, masalah lingkungan, sikap masyarakat, perumahan pegawai, dan lain sebagainya yang dianggap perlu untuk dipertimbangkan.

Penutup

Itulah pembahasan kita tentang 5 faktor yang mempengaruhi lokasi proyek. Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, faktor-faktor yang perlu dinilai dari segi lokasi, antara lain daerah pemasaran, bahan mentah, tenaga kerja, fasilitas pengangkutan, dan fasilitas listrik dan air. Semoga apa yang baru saja dijelaskan bermanfaat buat kita semua.

Belum ada Komentar untuk "5 Faktor yang Mempengaruhi Lokasi Proyek"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel