Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Perhitungan Benefit dalam Evaluasi Proyek

Perhitungan Benefit

Benefit/manfaat yang berdasarkan evaluasi proyek pada umumnya lebih bersifat social benefit daripada financial benefit. Sebaliknya, perhitungan studi kelayakan bisnis lebih menitikberatkan pada financial benefit daripada social benefit (Ibrahim, 164).

Berdasarkan pada perbedaan ini, untuk menghitung benefit dalam evaluasi proyek, terutama dalam perhitungan kriteria investasi, penilaian didasarkan pada manfaat langsung yang diterima dari proyek, di samping mengadakan penilaian secara kualitatif terhadap dampak proyek bagi perekonomian masyarakat secara keseluruhan, seperti penyerapan tenaga kerja, perubahan pola pikir masyarakat, terbukanya isolasi daerah, dan berbagai dampak sosial lainnya yang timbul secara multiplier effects. Dengan demikian, ruang lingkup evaluasi proyek lebih luas dari ruang lingkup studi kelayakan.

Ruang lingkup studi kelayakan, pada umumnya, lebih menitikberatkan pada kelayakan usaha dari pengusaha secara individu. Sedangkan ruang lingkup dari evaluasi proyek melihat kelayakan suatu proyek ditinjau dari kepentingan masyarakat secara keseluruhan.

Berdasarkan pada uraian ini, layaknya sebuah studi kelayakan yang dilihat dari kepentingan pengusaha secara individu belum tentu layak terhadap masyarakat secara keseluruhan. Demikian pula sebaliknya, layaknya proyek dilihat dari masyarakat secara keseluruhan (evaluasi proyek) tidak selalu layak bila dilihat dari segi individu.

Besar kecilnya dampak proyek terhadap perekonomian masyarakat secara keseluruhan, erat hubungannya dengan besar kecilnya jumlah investasi yang ditanam dalam sebuah proyek. Semakin besar proyek yang dikerjakan, semakin besar pula dampak yang ditimbulkannya terhadap perekonomian masyarakat.

Keadaan ini sama halnya dengan melemparkan sebuah batu ke dalam sebuah danau yang tenang, semakin besar batu yang dilempar, semakin besar pula riak gelombang yang ditimbulkannya. Penilaian benefit dari sebuah proyek dari segi social benefit sangat tergantung pada jumlah investasi dan jenis proyek yang dikerjakan.

Dalam hal ini sangat dituntut kemampuan para perencana dalam melihat riak gelombang (dampak proyek) terhadap berbagai sektor ekonomi yang ada dalam masyarakat. Kemampuan para perencana dalam menilai dampak proyek terhadap berbagai aspek, baik positif maupun negatif, sangat diharapkan sehingga keputusan yang diambil oleh decision maker nantinya benar-benar merupakan satu keputusan yang terbaik dari berbagai alternatif yang ada. Di pihak lain, dengan adanya penilaian yang realistis terhadap dampak proyek di masa yang akan datang, para perencana tentu dapat mengadakan berbagai strategi pembangunan dengan membuat berbagai program dan proyek sejak dini.