Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Cara mengatur keuangan rumah tangga merupakan salah satu hal yang wajib dipelajari, sebab manusia tidak pernah lepas dari yang namanya kebutuhan. Namun meski begitu, Anda juga wajib memahami bagaimana cara memenuhi kebutuhan dengan benar.

Tidak hanya sekedar menghabiskan pendapatan untuk membeli segala kebutuhan sehingga keuangan rumah tangga menjadi hancur berantakan. Padahal, mengatur keuangan rumah tangga sangatlah penting, apalagi pada masa yang tidak menentu seperti sekarang ini.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Apabila Anda salah dalam mengatur keuangan rumah tangga, maka dampaknya bisa sangat buruk. Salah satunya adalah dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga. Tentu saja Anda tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Nah, untuk mengatur keuangan rumah tangga, Anda bisa menggunakan beberapa cara seperti di bawah ini:

1. Mulai Bersikap Realistis

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah dengan mulai bersikap realistis terhadap keuangan rumah tangga Anda. Jika selama ini Anda tidak pernah mencatat pengeluaran Anda, maka mulai sekarang lakukanlah!

Dengan mencatat semua pengeluaran rumah tangga, Anda akan mengetahui berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan dan keinginan. Untuk itu, susunlah anggaran keluarga dengan menganalisa laporan mutasi rekening.

Hal ini bisa dimulai dari catatan belanja kebutuhan sehari-hari. Jangan lupa untuk memeriksa pengeluaran kartu kredit selama dua bulan terakhir dan catatlah semua daftar pengeluaran rutin, seperti bayar listrik, cicilan, uang sekolah anak, dan tagihan rumah tangga lainnya.
 
2. Terapkan dalam Kehidupan Rumah Tangga

Setelah membuat daftar pengeluaran bulanan, maka cara mengatur keuangan rumah tangga adalah dengan menerapkannya dalam kehidupan rumah tangga. Mulailah dengan membayar seluruh tagihan rutin di awal bulan setelah menerima gaji.

Lalu, belanjakan seluruh kebutuhan selama satu bulan, namun jangan sampai lupa untuk menulis semua kebutuhan belanja meskipun sekecil apapun nilainya. Sebab, meskipun kecil, jika diakumulasikan jumlahnya akan besar juga loh.

Lakukan hal ini secara konsisten setiap bulannya agar pengeluaran menjadi semakin teratur. Dan Anda pun akan terbiasa membeli sesuatu yang dibutuhkan saja, bukannya malah menggunakan uang untuk membeli hal-hal yang tidak penting.

3. Menabung

Sudah pasti menabung menjadi salah satu hal yang wajib Anda lakukan, jangan biarkan seluruh pendapatan habis tanpa sisa. Sisihkan pendapatan untuk disimpan karena penting bagi Anda untuk menyiapkan dana darurat, tabungan untuk sekolah anak hingga dana pensiun yang pastinya akan berguna suatu hari nanti.

4. Kurangi Hutang Konsumtif

Cara mengatur keuangan rumah tangga berikutnya adalah dengan mengurangi atau bahkan menghilangkan hutang konsumtif. Hutang merupakan prioritas utama yang harus didahulukan. Oleh sebab itu, sebaiknya bayar hutang atau tanggungan lain di awal bulan.

Jika hutang sudah berhasil dibayar lunas, sebaiknya kurangi atau bahkan hilangkan kebiasaan hutang konsumtif yang tidak terlalu dibutuhkan. Dengan menghilangkan kebiasaan hutang, maka Anda akan belajar untuk hidup lebih hemat.

Daripada berhutang atau menggunakan kartu kredit, sebaiknya Anda menabung saja jika ingin membeli sesuatu. Inilah langkah yang cukup ampuh untuk menghindari hutang yang tanpa disadari merupakan sumber keborosan dalam kehidupan Anda selama ini.

5. Ubah Gaya Hidup

Mulailah untuk belajar hidup hemat dengan meminimalisir pengeluaran yang tidak penting, seperti membeli barang-barang mahal dan bermerek tapi tidak terlalu diperlukan. Lebih baik kumpulkan uangnya untuk tabungan masa depan anak.

Ubah kebiasaan gaya hidup yang tidak perlu. Jika Anda memiliki dana lebih untuk membeli barang mahal, liburan, atau pergi makan ke restoran mewah boleh-boleh saja, asal seluruh kebutuhan terpenuhi dan Anda juga sudah menyisihkan uang untuk tabungan.

Namun, jika Anda tidak memiliki dana lebih untuk liburan, sebaiknya tidak perlu memaksakan diri untuk liburan bila akhirnya Anda hanya akan menggunakan kartu kredit. Menggunakan kartu kredit atau berhutang bukanlah sebuah solusi untuk mengatasi masalah keuangan Anda.

6. Bedakan Keinginan dan Kebutuhan

Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa kebutuhan merupakan hal yang wajib dijadikan prioritas utama dalam rumah tangga, seperti membeli kebutuhan pokok, membayar sekolah anak, membayar tagihan listrik dan internet. Kebutuhan tersebut wajib Anda dahulukan, bahkan harus dilakukan di awal.

Setelah semua kebutuhan sudah terpenuhi, bukan berarti sisa pendapatan bisa Anda habiskan begitu saja. Anda harus menyisihkannya untuk tabungan masa depan. Baru kemudian, jika Anda masih memiliki dana lebih, Anda bisa menggunakannya untuk keinginan Anda.

Jadi, prioritas untuk memenuhi keinginan berada di urutan paling bawah, ya! Dari sini mestinya Anda bisa membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Dengan begitu, Anda bisa menggunakan cara mengatur keuangan rumah tangga secara bijak.

7. Menjaga Rasio Hutang

Sekali lagi, hutang bukanlah solusi keuangan. Justru, hutang bisa menjadi salah satu penyebab hancurnya keuangan rumah tangga Anda. Selain berusaha untuk menghilangkan hutang, sebaiknya Anda juga harus mulai belajar untuk menjaga rasio hutang.

Caranya adalah dengan menganalisa pendapatan yang Anda miliki. Bila Anda memiliki hutang dengan rasio 30% dari pendapatan yang Anda miliki, maka pastikan jangan sampai rasio hutang melebihi 50% pendapatan, atau dengan istilah lain "lebih besar pasak daripada tiang".

Sebab, hal tersebut akan membuat Anda hidup bagaikan di neraka karena hutang lebih besar daripada pendapatan. Hal ini tentu saja sangat berbahaya, tidak selamanya Anda akan memiliki penghasilan yang cukup untuk digunakan membayar hutang.

Penutup

Demikian ulasan singkat mengenai cara mengatur keuangan rumah tangga yang benar dan bisa Anda pelajari. Pastikan Anda memahami betul apa yang telah disampaikan di atas agar dapat dipraktekkan dalam kehidupan. Semoga pembahasan ini membantu Anda yang tengah kesulitan dalam mengatur keuangan, ya!