Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Macam-macam Situasi Konsumen

Macam-macam Situasi Konsumen

Karena situasi konsumen juga melibatkan orang dan benda, sehingga kita perlu membedakan antara pengaruh yang disebabkan konsumen dan objek dengan pengaruh yang unik terhadap situasi itu sendiri. Menurut Flemming Hansen (1981), ada tiga macam situasi konsumen yaitu, situasi komunikasi, situasi pembelian, dan situasi pemakaian.

Situasi Komunikasi

Pengertian dari situasi komunikasi adalah sebagai latar di mana konsumen dihadapkan kepada komunikasi pribadi atau nonpribadi. Komunikasi pribadi mencakup percakapan yang mungkin diadakan oleh konsumen dengan orang lain seperti wiraniaga atau sesama konsumen. Komunikasi nonpribadi akan melibatkan spektrum luas stimulus seperti iklan dan program serta publikasi yang berorientasi konsumen.

Situasi Pembelian

Situasi ini mengacu pada latar di mana konsumen memperoleh produk dan jasa. Pengaruh situasi sangat lazim selama pembelian. Sebagai contoh pada pertimbangan perubahan hebat dalam kepekaan konsumen akan harga di dalam situasi pembelian.

Penjualan makanan akan terasa sulit untuk membebankan harga yang dibayar konsumen untuk soda dan jajanan di bioskop atau stadion sepak bola. Situasi pembelian ini meliputi lingkungan informasi, dan lingkungan ritail.

1. Lingkungan Informasi

Menurut James R. Bettman (1975), lingkungan informasi ini mengacu pada keseluruhan jajaran data yang berkaitan dengan produk yang tersedia bagi konsumen. Sifat lingkungan informasi akan menjadi determinan penting dari perilaku pasar ketika konsumen terlibat dalam bentuk pengambilan keputusan non kebiasaan. Sebagian dari karakteristik lingkungan yang utama mencakup ketersediaan informasi, jumlah beban informasi, dan cara di mana informasi disajikan dan diorganisasikan.

2. Lingkungan Ritail

Sifat fisik dari lingkungan ritail atau lingkungan eceran seringkali diacu sebagai store atmospherics, sangat menarik bagi para pemasar karena dua alasan mendasar. Pertama, berbeda dengan banyak pengaruh situasi yang berada di luar kendali pemasar, mereka mempunyai kemampuan untuk menciptakan lingkungan eceran.

Kedua, pengaruh ini dibidikkan kepada konsumen tepat di tempat yang benar. Lingkungan eceran ini meliputi bermacam elemen, termasuk tata ruang toko, ruang lorong, penempatan dan bentuk peraga, warna, penyinaran, kehadiran dan volume musik di dalam toko, aroma dan temperatur. Walaupun banyak dari penelitian yang mendokumentasikan pengaruh faktor ini bersifat pribadi, studi yang diterbitkan secara bertahap berakumulasi di dalam bidang ini.

Situasi Pemakaian

Situasi pemakaian (usage situation) mengacu pada latar di mana konsumen terjadi. Dalam banyak kejadian, situasi pembelian dan pemakaian sebenarnya sama, misalnya konsumen yang memakan hidangan mereka di restoran fast food.

Namun, konsumsi produk sering terjadi di dalam latar yang sangat jauh, baik secara fisik maupun temporal, dari latar di mana produk diperoleh. Bahkan, jika situasi pembelian dan situasi pemakaian berbeda, yang belakangan masih dapat memiliki pengaruh yang kuat karena konsumen memperhitungkan situasi pemakaian yang dimaksudkan selama pengambilan keputusan (John L. Stanton dan P. Greg Bonner, 1980).

Penutup

Demikianlah ulasan kita tentang macam-macam situasi konsumen. Menurut Russell W. Belk (1974), pengertian pengaruh situasi adalah sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik objek.