Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Jenis-jenis Utang dalam Dunia Bisnis

Pengertian dan Jenis-jenis Utang

Menurut Djarwanto Ps (1997), utang adalah sumber modal yang berasal dari kreditur. Dalam jangka waktu tertentu, pihak perusahaan wajib membayar kembali atau wajib memenuhi tagihan yang berasal dari pihak luas tersebut.

Pemenuhan kewajiban ini dapat berupa pembayaran uang, penyerahan barang atau jasa kepada pihak yang telah memberikan pinjaman kepada perusahaan. Kreditur-kreditur tersebut ada yang mendapat jaminan sepenuhnya dengan harta kekayaan tertentu, mendapat jaminan sebagian, atau tanpa jaminan sama sekali. Adapun macam-macam utang di sini dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu (Mardiasmo, 1993):

1. Utang Lancar

Utang lancar adalah utang perusahaan yang diharapkan dapat dilunasi dalam jangka waktu paling lama satu periode akuntansi (satu tahun) dengan menggunakan sumber-sumber yang merupakan aktiva lancar atau dengan menimbulkan utang lancar yang lain. Sunyoto (2014) mengatakan bahwa yang termasuk dalam utang lancar antara lain:
  • Utang usaha atau utang dagang: Utang usaha (utang dagang) adalah utang yang timbul karena pemerolehan persediaan atau penerima jasa dalam rangka kegiatan normal (utama) perusahaan. Utang yang disertai surat kesanggupan tertulis (promes) disebut utang wesel.
  • Utang biaya: Utang biaya adalah biaya-biaya yang masih harus dibayar karena perusahaan tetap menikmati barang atau jasa tersebut, misalnya utang gaji, utang bunga, biaya sewa yang masih harus dibayar, utang pajak, dan sebagainya.
  • Utang pendapatan: Utang pendapatan adalah pendapatan dari penjualan barang atau jasa yang diterima di muka, sebelum penyerahan barang atau jasa, misalnya uang muka penjualan, pendapatan jasa yang diterima di muka, dan pendapatan komisi yang diterima di muka.
  • Utang bank: Utang bank adalah utang perusahaan kepada bank yang jangka waktu pelunasannya kurang dari satu periode akuntansi.

2. Utang Jangka Panjang

Utang jangka panjang adalah utang-utang perusahaan yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu periode akuntansi. Utang jangka panjang umumnya didukung oleh perjanjian formal dan atas persetujuan pemilik perusahaan atau dewan komisaris dan disertai dengan ikatan-ikatan tertentu. Termasuk dalam utang jangka panjang adalah:
  • Utang obligasi: Utang obligasi adalah utang perusahaan kepada para pembeli obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Pemilik obligasi dapat memperjualbelikan obligasi tersebut dan pemegang obligasi berhak atas bunga yang umumnya dibayarkan setahun dua kali.
  • Utang hipotik: Utang hipotik adalah utang perusahaan kepada bank atau pihak lain yang disertai barang jaminan berupa aktiva tetap berwujud.

3. Utang Lain-lain

Utang lain-lain adalah utang yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam utang lancar dan utang jangka panjang. Termasuk dalam kelompok utang lain-lain adalah:
  • Pendapatan yang ditangguhkan, misalnya pendapatan sewa jangka panjang yang diterima di muka. Pendapatan yang ditangguhkan yang akan jatuh tempo dalam satu tahun dikelompokkan ke dalam utang lancar.
  • Uang muka jaminan jangka panjang dari pelanggan.
  • Uang kepada direksi atau kepada perusahaan afiliasi.

Penutup

Itulah pembahasan mengenai pengertian dan jenis-jenis utang dalam dunia bisnis. Utang merupakan hal yang lazim dalam dunia bisnis. Selama nilai aset masih jauh di atas nilai utang, maka dipastikan perusahaan masih dalam kondisi yang aman.