Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

9 Cara Menangani Keluhan Pemasang Iklan

9 Cara Menangani Keluhan Pemasang Iklan

Umpan balik yang baik maupun buruk dari klien merupakan hal yang penting bagi media tempat beriklan. Jika umpan balik itu menyangkut iklan, maka pemasarnya adalah orang yang pertama kali menanggapi masalah ini (Musman, 2021).

Oleh karena itu, beberapa perusahaan memang memiliki pelayanan pelanggan. Namun, dalam perusahaan yang lebih sederhana penanganan keluhan ini dapat ditangani langsung oleh pengelola maupun pemasarnya.

Umpan balik akan memungkinkan Anda untuk mengetahui apa pendapat orang tentang iklan yang disiarkan. Mengenai hal ini, Anda perlu mengetahui terkait bagaimana cara menangani keluhan pemasang iklan, di antaranya:

1. Catat Keluhan atau Pujian

Sediakan buku catatan, kolom ulasan, atau sejenisnya untuk memasukkan semua umpan balik yang Anda terima. Perhatikan iklan apa saja yang mendapat umpan balik, baik berupa pujian, kritik, keluhan, maupun tanggapan umum.

2. Tunjukkan pada Orang yang Bertanggung Jawab

Tunjukkan keluhan pada orang yang bertanggung jawab terkait iklan yang dibuat. Pelajari keluhan apa yang disampaikan konsumen. Kemudian, Anda sampaikan keluhan itu pada tim kreatif iklan, misalnya keluhan akibat kesalahan ucap nomor telepon perusahaan.

3. Tanggapi Keluhan dengan Cepat

Tanggapilah keluhannya, kemudian sampaikan segera solusinya kepada mereka. Menanggapi keluhan konsumen adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Anda memang sangat memperhatikan kepuasan mereka.

4. Beri Tahu Apa yang Telah Anda Lakukan

Konsumen yang menyampaikan keluhan tentu akan merasa dilayani apabila Anda memberitahu apa yang telah dilakukan sejauh ini. Jika keluhan belum dapat dituntaskan segera, maka jawablah dengan diplomatis apa yang telah Anda lakukan.

5. Periksa Kembali Keluhan Bersama Tim

Memeriksa kembali keluhan iklan dapat dilakukan bersama tim. Anda dapat mengecek kembali apakah benar ada kesalahan sebagaimana yang dikeluhkan oleh konsumen, misalnya salah menyebutkan diskon.

Apabila iklan itu dianggap melanggar susila, tim kreatif wajib mempertimbangkan kembali untuk mengkreasikan iklan terbaru. Sebab, kadang kala kreativitas kebablasan sehingga melupakan kaidah-kaidah kesusilaan.

6. Diskusikan Bersama Tim tentang Keluhan Itu

Agar memudahkan pemecahan masalah tentang keluhan terhadap iklan itu, diskusikan persoalan tersebut bersama tim, terutama untuk iklan yang dibuat bersama tim kreatif. Tentu saja perbaikannya tidak bisa dilakukan secara personal, kecuali bagian kreatif tersebut mampu menangani seluruh rangkaian pembuatan iklan.

7. Putuskan Apa yang Harus Dilakukan

Jika keluhan itu tidak benar, beri tahu kepada orang yang menyampaikan keluhan bahwa Anda telah meneliti (cross check) tentang keluhan tersebut dan tidak perlu ada tindakan yang dilakukan. Jika keluhan itu memang benar, ambil tindakan segera agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali.

8. Sampaikan Tanggapan Berupa Pujian

Jika sudah berhasil mengatasi keluhan konsumen, maka selanjutnya sampaikan tanggapan berupa pujian kepada staf yang dimaksud. Apabila berupa tim, sampaikan dalam sebuah pertemuan agar semangat kerja mereka tetap terpelihara.

9. Konsistensi dalam Pelayanan

Pelayanan pada pelanggan harus diberikan secara konsisten, bukan sekali waktu saja. Oleh karena itu, untuk mengulang kembali pengalaman yang menyenangkan bagi para pelanggan, Anda perlu mengukur dan menetapkan standar layanan.

Usahakan tidak terjadi peristiwa pemasang iklan yang diam-diam mengalihkan promosi iklannya ke media lain karena kecewa dengan layanan Anda. Tetaplah melakukan kontak dengan para klien, walaupun tidak dalam rangka promosi iklan.

Hubungan tersebut dapat diperluas menjadi jalinan karena kesamaan minat. Atau, tawarkan bantuan Anda agar bisa lebih mendorong keberhasilan penjualan produk mereka, misalnya menyiapkan bagian dari ruangan kantor untuk memamerkan produk-produk klien.

Demikianlah pembahasan tentang 9 cara menangani keluhan pemasang iklan. Sejauh ini, Anda telah mengetahui bagaimana cara menangani keluhan klien. Perlu Anda ketahui bahwa klien adalah orang yang spesial, sehingga menjaga kedekatan emosional sangatlah krusial untuk dilakukan.