Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tips Membuat Proposal Penjualan Iklan

Tips Membuat Proposal Penjualan Iklan

Untuk menulis proposal, Anda tidak harus menjadi seorang ahli dalam menulis. Ada beberapa acuan yang dapat digunakan agar proposal yang Anda tulis menarik perhatian klien. Menurut Musman (2021), dalam penulisan proposal tidak hanya menggunakan kata yang tepat, tetapi juga mengingat anjuran berikut ini:

1. Menulis Khusus untuk Klien

Menulis proposal untuk klien harus menggunakan argumen yang tepat. Ada strategi yang bisa Anda gunakan, yaitu:
  • Setiap individu itu unik, demikian juga dengan klien. Jadi, mengapa Anda menulis proposal yang sama untuk setiap klien? Perlakukanlah setiap klien sebagai satu individu yang unik. Oleh karena itu, Anda membuatkan proposal khusus untuk mereka. Ibarat tukang jahit, Anda mengukur kain yang pas untuk tubuh si pemakai sehingga nyaman dipakai, tidak kekecilan maupun kedodoran.
  • Klien ingin mengetahui bahwa Anda berbicara langsung pada mereka dengan pemahaman, kebutuhan, dan keprihatinan mereka. Untuk itu, pelajari organisasi mereka, bagaimana mereka berbisnis.
  • Dalam menulis proposal, ingatlah bahwa setiap orang tidak suka dengan orang yang sok tahu. Walaupun Anda ingin klien tahu keahlian Anda, proposal Anda tidak harus terkesan sok tahu.
  • Tentu saja Anda ingin menciptakan kerja sama yang langgeng dengan klien, bukan? Oleh karena itu, sebaiknya Anda menggunakan nada bersahabat sejak awal. Sebagai teman, Anda akan berusaha memberikan pengetahuan tentang organisasi, produk, dan pelayanan serta menunjukkan bagaimana semua itu menguntungkan bagi klien.

2. Fokus pada Satu Tema

Untuk membuat sebuah proposal yang sukses dan dapat menjadi "musik" di telinga klien, pastikan Anda memiliki tema yang ingin mereka dengar. Anda harus mengenali satu atau dua alasan paling utama mengapa klien meminta Anda untuk mempromosikan produk mereka.

Nah, dari situlah Anda dapat menentukan tema proposal. Sebagai contoh, apakah klien ingin lebih unggul dari pesaing? Ketika Anda tahu apa yang dibutuhkan klien, maka fokuslah dan dukunglah tema itu selama proposal diajukan.

3. Memerinci Kualifikasi Unik Biro Iklan atau Jasa Iklan

Cobalah menjadi unik dan lebih baik daripada pesaing. Mencari tahu apa yang membedakan perusahaan Anda sering kali membutuhkan sedikit upaya. Perhatikan klien dan pesaing. Sama seperti setiap individu mempunyai pengalaman hidup yang berbeda, usaha Anda juga memiliki pengalaman unik yang dapat dibagikan.

Sebelum klien mengambil keputusan, biasanya mereka tidak akan "menerima kata-kata Anda begitu saja". Sebab, mereka ingin melihat deskripsi lengkap dari pengalaman dan daftar kualifikasi Anda. Oleh karena itu, hindari kesamaran dalam membuat proposal.

Contohnya:

Samar-samar Kami telah mengerjakan iklan beberapa perusahaan
makanan kecil.
Meyakinkan Kami telah mengerjakan iklan PT Coklat Manis. Iklan
yang disiarkan terbukti mendongkrak penjualan
hingga 50% dibandingkan tahun lalu.

4. Menunjukkan Keuntungan yang Akan Didapat Klien

Proposal yang menarik bukanlah proposal tentang perusahaan jasa Anda, tetapi tentang klien. Oleh sebab itu, Anda harus menunjukkan pada mereka keuntungan apa yang dapat mereka raih dengan menggunakan jasa Anda.

Caranya, pelajari bisnis klien dan kenali kebutuhan spesifik yang perlu Anda penuhi. Tunjukkan pemahaman Anda tentang sasaran dan tujuan klien dengan menggunakan contoh promosi iklan yang dapat mendongkrak keuntungan mereka.

5. Menulis Secara Jelas

Tulislah proposal secara jelas, ringkas, dan teratur. Pembuatan proposal dapat Anda lakukan menurut pedoman umum yang berlaku. Komponen dasarnya, yaitu:
  • Surat Pengantar: Surat pengantar dibuat pendek dengan hanya beberapa paragraf yang berisi poin-poin dasar dari proposal Anda.
  • Ringkasan Eksekutif: Ringkas ini berfokus pada klien dan menekankan pada informasi yang sangat penting bagi klien.
  • Badan Proposal: Kebanyakan proposal diawali dengan sejarah perusahaan dan berlanjut dengan deskripsi produk dengan penyebutan keuntungan yang diletakkan di bagian belakang.
  • Pencantuman Harga: Hal yang terbaik dalam mencantumkan harga adalah di akhir proposal, meskipun beberapa klien akan lebih dahulu membacanya. Anda sebaiknya memperkenalkan pada klien tentang perusahaan jasa Anda terlebih dahulu, sebelum mereka mengkhawatirkan biaya yang harus dikeluarkan.

6. Perhatikan Kesempurnaan Bahasa, Ejaan, dan Tanda Baca

Dalam membuat proposal, Anda perlu memperhatikan tata bahasa, ejaan, dan tanda baca yang benar. Jika hal ini diabaikan, klien akan menganggap Anda ceroboh. Ibaratnya, Anda berpakaian lusuh dan orang-orang akan memperhatikan Anda.

Jadi, kegiatan koreksi harus dijadikan sebagai prioritas utama. Sebab, proposal merupakan salah satu komponen yang mewakili kualitas, pelayanan pelanggan, dan perhatian detail yang akan Anda jual kepada klien.

Demikianlah pembahasan tentang tips membuat proposal penjualan iklan. Hal yang perlu digarisbawahi di sini adalah proposal yang kurang sempurna dapat membuat klien berpikir bahwa produk yang Anda sampaikan kurang berkualitas.