Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Jenis-jenis Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)

Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) merupakan jenis badan usaha yang sebagian besar modalnya dimiliki oleh pihak swasta. Tujuannya adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya bagi perusahaan dan menyediakan pengembalian bagi investor atas modal yang ditanamkan di dalam usaha tersebut.

Selain itu, BUMS juga dapat menyumbang devisa kepada negara dalam bentuk pajak dan royalti dari aktivitas BUMS itu sendiri serta membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya. Menurut Tambunan (2019), ada enam karakteristik Badan Usaha Milik Swasta yaitu:
  1. Didirikan dan dimiliki oleh perseorangan dan/atau kesepakatan bersama (persekutuan) dari beberapa badan usaha.
  2. Pemilik bertindak sebagai penanam modal dan pengelola. Meskipun pemilik sebagai pengelola, tapi yang menjalankan semua kegiatan perusahaan dikendalikan dan dilaksanakan oleh pihak lain yang dipandang mampu atau berkompeten.
  3. Keuntungan, kerugian, dan risiko lainnya menjadi tanggung jawab pemilik.
  4. Keberhasilan dan kegagalan badan usaha sangat bergantung pada kemampuan pemilik dalam mengelola.
  5. Kepemilikan modal sepenuhnya berasal dari pihak penanam modal dan pihak swasta lainnya.
  6. Modal bisa dihimpun dari keuntungan yang tidak dibagi, cadangan usaha, dan biaya penyusutan.

Badan Usaha Milik Swasta terdiri atas beberapa jenis, yaitu perusahaan perorangan, firma, perseroan komanditer, perseroan terbatas, dan perusahaan patungan. Untuk lebih lengkapnya mengenai hal tersebut dapat Anda simak di bawah ini:

1. Perusahaan Perorangan (Proprietorship)

Perusahaan perorangan adalah badan usaha yang dimiliki dan dikelola oleh perorangan atas harta atau kekayaan yang dimilikinya. Ebert dan Griffin (2015) menjelaskan bahwa ada empat kelebihan dari usaha perorangan, yaitu:
  1. Kebebasan dalam waktu dan pengelolaan dari pemiliknya.
  2. Biaya pendiriannya sangat rendah dan proses pendirian usaha relatif mudah.
  3. Keringanan pajak atas usaha.
  4. Keuntungan usaha menjadi kewenangan penuh pemilik.

Sementara kelemahan dari usaha perseorangan, yaitu:
  1. Pemilik bertanggungjawab secara pribadi terhadap seluruh utang maupun kerugian yang timbul dalam bisnis.
  2. Kurangnya keberlanjutan hidup usaha, artinya usaha perseorangan bisa bubar bila pemiliknya meninggal atau tidak diteruskan oleh keluarga dari pemilik usaha perseorangan tersebut.
  3. Usaha perseorangan bergantung pada sumber daya satu orang yang keterbatasan dalam hal manajerial dan keuangan yang dapat menghambat bisnis itu sendiri.

Mengutip pendapat dari Madura (2007) yang menyatakan bahwa beberapa keuntungan kepemilikan usaha perseorangan, yaitu:
  1. Seluruh keuntungan akan diterima oleh pemilik tunggal.
  2. Mendirikan usaha perseorangan relatif mudah.
  3. Pengendalian penuh atas perusahaan.
  4. Pajaknya paling rendah.

Sementara itu, kerugian kepemilikan usaha perseorangan yaitu:
  1. Pemilik tunggal menanggung seluruh kerugian.
  2. Kewajiban yang tidak terbatas.
  3. Memiliki dana atau modal yang terbatas.
  4. Keahlian yang terbatas dari pemilik dan mungkin tidak mampu mengendalikan seluruh aspek bisnisnya.

2. Firma

Berdasarkan kitab Undang-Undang Hukum Dagang pasal 16, perseroan firma adalah suatu perseroan yang didirikan untuk melakukan suatu usaha di bawah satu nama bersama. Firma terdiri dari anggota minimal sebanyak dua orang dan setiap anggotanya memiliki tanggung jawab penuh.

3. Perseroan Komanditer (Commanditaire Vennootsschap/CV)

Perseroan komanditer adalah badan usaha bukan badan hukum yang memiliki satu atau lebih sekutu komplementer dan sekutu komanditer. Sekutu komanditer bertugas untuk menyerahkan barang, jasa, atau uang sebagai modal, tetapi tidak turut bertanggung jawab terhadap keberlangsungan CV.

4. Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas adalah salah satu jenis badan usaha yang dilindungi oleh hukum dengan modal yang terdiri dari saham. Seseorang bisa dikatakan sebagai pemilik PT apabila memiliki bagian saham sebesar jumlah yang ditanamkannya.

Adapun organ perseroan terbatas terdiri dari sebagai berikut:
  • Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), yaitu organ perseroan yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan oleh Undang-Undang dan/atau anggaran dasar.
  • Direksi, yaitu organ perseroan yang berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan dan mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sebagaimana yang ditentukan oleh anggaran dasar.
  • Dewan Komisaris, yaitu organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan/atau khusus sesuai dengan anggaran dasar dan memberikan nasihat kepada Direksi.

5. Perusahaan Patungan (Joint Venture)

Perusahaan patungan merupakan suatu kontrak atau perjanjian antara dua pihak atau perusahaan untuk mendirikan suatu perusahaan baru. Join venture dapat berupa kerja sama antara pemilik modal asing dengan pemilik modal nasional berdasarkan suatu perjanjian.

Demikianlah pembahasan tentang pengertian dan jenis-jenis Badan Usaha Milik Swasta (BUMS). Nah, apakah sejauh ini Anda sudah mengerti mengenai hal tersebut? Semoga ulasan ini bermanfaat buat Anda.