Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pahami Peran Wanita dalam Keuangan Keluarga

Pahami Peran Wanita dalam Keuangan Keluarga

Peran wanita dalam keuangan dan sebuah keluarga sangat penting. Bukan hanya sebagai seorang ibu yang bertugas untuk mengurusi rumah dan anak-anak saja, melainkan juga harus bisa mengelola keuangan dalam kesehariannya.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan agar dapat mengelola keuangan keluarga dengan baik? Nah, tentu saja setiap wanita wajib memperhatikan beberapa hal berikut ini supaya mahir dalam mengambil keputusan strategis menyangkut urusan keuangan:

1. Menentukan Tujuan Keuangan

Peran wanita yang pertama dalam keuangan keluarga yaitu menentukan tujuan keuangan. Contohnya adalah mempersiapkan dana pendidikan bagi sang buah hati untuk masuk sekolah dasar. Pastinya, seorang ibu menginginkan yang terbaik untuk putra-putrinya, bukan?

Demi menunjang hal tersebut, Anda harus mendukung segala keperluannya, misalnya membeli seragam, membeli buku, dan membayar uang sekolahnya. Agar hal-hal yang semacam ini tampak lebih mudah, Anda harus menjaga komunikasi dengan suami.

Komunikasi yang baik dengan suami akan memudahkan Anda dalam menentukan tujuan keuangan rumah tangga. Selain membangun komunikasi yang harmonis, Anda dan suami juga harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Dengan begitu, Anda dapat menyusun skala prioritas berdasarkan kebutuhan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Ketika menetapkan tujuan keuangan, Anda mesti memastikan bahwa itu adalah pilihan terbaik untuk kebutuhan keluarga.

2. Lakukan Pencatatan Keuangan

Dalam mengelola keuangan, antara pemasukan dan pengeluaran perlu dilakukan pencatatan agar kondisi dompet tetap sehat. Setiap wanita yang berperan sebagai ibu rumah tangga wajib mencatat semua pemasukan dan pengeluaran bulanan.

Dengan adanya pencatatan tersebut, Anda akan mengetahui seberapa banyak pengeluaran yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan keluarga. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pemborosan keuangan.

Tidak hanya pengeluaran dan pemasukkan saja yang dicatat, tetapi juga daftar utang dan harta agar Anda dapat memahami bagaimana keadaan keuangan rumah tangga selama ini. Ketika melakukan pencatatan keuangan, Anda dan suami sebaiknya berbagi peran.

Sebagai contoh, Anda bertugas untuk mencatat pengeluaran kebutuhan sehari-hari, sedangkan suami mencatat pengeluaran untuk cicilan dan investasi. Dengan begitu, kondisi keuangan keluarga akan selalu kondusif asalkan rutin melakukan pencatatan keuangan semacam ini.

3. Memilih Produk Keuangan yang Sesuai dengan Kebutuhan

Selain beberapa peran di atas, peran wanita dalam keuangan yang selanjutnya yaitu memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan. Contohnya adalah mempertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan.

Ini berguna untuk mengalihkan resiko saat terjadi kerugian finansial jika di kemudian hari salah satu anggota keluarga jatuh sakit dan memerlukan biaya perawatan yang tidak sedikit. Dengan adanya asuransi kesehatan, Anda dapat meminimalkan resiko tersebut.

4. Membuat Pos Keuangan

Dalam mengatur keuangan, seorang ibu dianjurkan untuk membuat pos pengeluaran dan pemasukan guna memenuhi kebutuhan keluarganya. Jadi, sebaiknya Anda menganggarkan terlebih dahulu berdasarkan pada skala prioritas, seperti membayar listrik, belanja kebutuhan pokok, dan transportasi.

Di samping itu, Anda juga jangan lupa untuk mengalokasikan dananya buat ditabung atau diinvestasi. Dengan begitu, tujuan keuangan rumah tangga pun akan terpenuhi melalui cara yang sudah Anda tetapkan barusan.

5. Bijak dalam Berutang dan Berinvestasi

Akhir-akhir ini, banyak sekali kasus penipuan pinjaman online dan investasi bodong yang menimpa para ibu rumah tangga. Hal tersebut dikarenakan kurangnya informasi mengenai keuangan, sehingga mereka mudah terbujuk proses pinjaman yang cepat dan iming-iming imbal balik investasi yang besar.

Sebenarnya, berutang dan berinvestasi dapat membantu kesehatan keuangan keluarga. Namun, hal tersebut harus dilakukan dengan bijak dan cermat. Sebelum meminjam atau berinvestasi, sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu aspek 2L, yaitu legal dan logis.

Maksud legal di sini adalah memastikan bahwa perusahaannya terdapat izin dan diawasi oleh OJK (otoritas jasa keuangan). Adapun yang dimaksud dengan logis yaitu memastikan bahwa imbal hasil investasinya masih tergolong wajar serta diinformasikan secara transparan dan jelas.

6. Strategic Planner yang Baik

Dalam merencanakan keuangan keluarga, tentunya Anda membutuhkan strategi yang tepat supaya kebutuhan keluarga tetap terpenuhi. Biasanya, wanita sangat ahli dalam hal ini, mulai dari mengatur uang sekolah anak hingga kebutuhan makanan sehari-hari keluarga.

Apabila tidak disiasati dengan baik, maka akan membuat pengeluaran menjadi tidak terkendali. Dengan begitu, setiap istri dituntut untuk menjadi seorang strategic planner yang andal, sehingga keluarga akan tercukupi kebutuhannya tanpa meninggalkan beban.

Demikianlah pembahasan tentang pahami peran wanita dalam keuangan keluarga. Nah, sekarang Anda sudah memahami bahwa peran wanita dalam keuangan rumah tangga amat krusial. Untuk itu, mari rencanakan keuangan dengan tepat dan bijak agar kehidupan menjadi lebih sejahtera.